Old school Easter eggs.

logo



N I A T



Niat dalam ajaran Islam menempati posisi sentral,karena setiap perbuatan pasti berawal dari niat,dan niat juga yg akan menentukan apa yg kita dapat.
Amal yg baik belum tentu bernilai baik,sebelum diketahui niat atau motivasinya. Misalnya begini Kita bisa mengatakan orang itu dermawan,karena suka bersedekah. Namun belum tentu disisi Allah. Apakah orang tsb melakukan itu benar2 ikhlas krn Allah atau mengharap RidhaNya.??
Ketika ada niat atau motivasi lain, riya' misalnya,atau sekedar mendapat pujian. Maka amalanya berubah.
Sekecil apapun motivasi tsb,pasti terdeteksi oleh keMahatahuan-Nya,sebagaimana firmanNya:
"Kepunyaan Allah-lah segala yang ada di langit dan bumi. Dan jika kamu menampakkan apa yg ada dlm hatimu,atau kamu menyembunyikannya,niscaya Allah akan membuat perhitungan dg kamu tentang perbuatan itu. Maka Allah mengampuni siapa yg dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu"
(Q.S Al-Baqarah: 284)
Allah swt selalu memonitor gerak hati seseorang. Dia tidak hanya menilai dari lahirnya saja,tapi lebih penting lagi adalah niatnya.
Rasulullah saw bersabda:
"Sesungguhnya segala amal perbuatan itu tergantung kepada niat,dan sesungguhnya tiap-tiap orang memperoleh sesuatu dengan niatnya.
Barangsiapa yg berhijrah di jalan Allah dan Rasul-Nya,maka hijrahnya itu ialah kepada Allah dan Rasul-Nya.
Barangsiapa hijrah karena ingin memperoleh keduniaan atau untuk mengawini seorang wanita,maka hijrahnya adalah ke arah yg ditujunya tersebut"
(HR. Bukhari dan Muslim)
Sabda Rasulullah tsb dilatar belakangi oleh pengaduan seseorang yang menyampaikan bahwa diantara orang2 yg Hijrah ke Madinah,ada seseorang yg hijrah karena ingin mengawini seorang wanita.
Contoh yg lain:
Orang yg menunaikan ibadah Haji,seringkali niatnya tdk semata-mata untuk ibadah,tapi jauh sebelum keberangkatan mereka sudah merencanakan oleh-oleh apa yg akan dibawa pulang.
Jadi seolah-olah kepergianya utk rekreasi.
Begitu jg dgn orang menuntut ilmu,banyak yg niatnya tdk utk memperoleh ridha Allah,tapi agar kelak dihormati,mendpt pekerjaan,pangkat serta jabatan yg tinggi. inilah yg harus kita luruskan Maka dari itu,marilah kita sama-sama introspeksi diri.
Apakah amal perbuatan yg kita kerjakan selama ini sudah murni hanya karena Allah & semata-mata mengharap Ridha-Nya.??
Jangan sampai amalan kita menjadi sia-sia, hanya karena niat yg tdk benar.
Jagalah hati kita dari perbuatan yg tidak diRidhaiNya,terutama riya'. Karena menurut Rasulullah Riya' merupakan penyakit hati yang sangat berbahaya. Beliau bersabda:
"sesungguhnya yang saya takuti menimpa atas kamu ialah syirik kecil
(syirkul ashghar).
Para sahabat bertanya, 'apakah yg dimaksud dg syirik kecil itu, ya Rasulullah?'
Nabi menjawab:
(riya'), yakni ketika manusia datang untuk meminta balasan atas amal perbuatan yg mereka lakukan.
Maka Tuhan berkata kepada mereka :
'pergilah kamu menemui orang-orang yg karena mereka kamu beramal (riya') didunia, niscaya kamu akan sadar,apakah kamu memperoleh balasan kebaikan dari mereka.?"

[menu]

[home]

cReaTE~~~d_bY : cuMEYZ